MENJADI GURU YANG BAIK YUK

Menjadi seorang guru bukanlah perkara yang mudah lho. Guru yang ahli adalah guru yang berpengalaman, mengajar dengan efektif dengan mengembangkan solusi-solusi permasalahan biasa dalam kelas. Guru yang baik membutuhkan banyak kriteria yang harus dipenuhi. Apa saja kriteria-kriteria itu? Mari kita lihat:

1. Mengetahui subjek yang diajarkan, sebetulnya tidak hanya tahu, tapi juga harus paham tentang materi yang akan diajarkan. Bagaimana mungkin ia dapat ‘memintarkan’ anak didiknya kalau sang guru saja tidak memahami materi pengajaran.

mengasah pisau harus dengan batu yang baik

2. Mengaplikasikan strategi mengajar yang bervariasi. Ada dua kata kunci strategi dan bervariasi. Maksudnya ada persiapan metode tertentu dalam mengajar. Metode ini dapat disesuaikan dengan materi pelajaran, misalnya ketika materi pelajaran mengenai ekosistem sawah, maka metode yang terbaik adalah metode out door. Dengan begitu siswa tidak akan bosan dengan cara ajar guru

jangan sampai siswa ribut sendiri dalam kelas kayak waktu diksar menwa hehehehe

3. Materi kurikulum dan program sesuai dengan subjek dan tingkat kelas. Yang ini sudah pasti, bobot materi pelajaran harus disesuaikan dengan kemampuan peserta didik. Jadi mata pelajaran kelas satu SD biasanya berupa cara membaca dan menulis yang baik agar ke depan siswa dapat dengan mudah memahami pelajaran serta dapat menuangkan gagasannya melalui tulisan. Sementara kurikulum disesuaikan dengan kebijakan pemerintah, saat ini kurikulum terus diperbaharui sesuai dengan perkembangan zaman.

tapi sering gonta-ganti kurikulum kan juga gak bagus, membingungkan guru dan peserta didik

4. Mengerti ruang lingkup budaya tempat mengajar. Hal ini patut dicermati oleh guru yang mengajar di sekolah yang memiliki kebudayaan maupun norma sosial berbeda dengan sang guru. Jika guru tidak memahami budaya siswa serta masyarakat setempat dikhawatirkan akan terjadi konflik. Dan ini akan mengganggu kelancaran proses kegiatan belajar dan mengajar

guru dari batak harus memperhalus tutur katanya ketika ia mengajar di solo, nah itu baru sip

5. Menyadari tugas bahwa guru tidak hanya mengajar tapi juga mengembangkan pribadi siswa. Jadi tugas seorang guru tidak hanya mengembangkan potensi akademik siswa saja tetapi juga harus menanamkan nilai-nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakat agar menjadi pribadi yang berkualitas

jangan sampai murid memiliki nilai akademis yang tinggi tapi bejat secara akhlak, kacau secara moral, dan payah dalam beretika

Lalu bagaimana cara guru yang baik dalam rangka menciptakan suasana disiplin dalam kelas.

1. Mengedepankan keseimbangan antara kepedulian individual dan kesejahteraan kelompok berdasarkan pemahaman siswa secara total. Jadi diharapkan siswa memahami bahwa disiplin bukan sekedar punishment belaka, namun tujuan disiplin adalah untuk menciptakan situasi yang kondusif dalam kegiatan belajar

2. Koreksi perilaku dan hukuman harus diberikan secara objektif, pribadi, dan tidak emosional. Kepedulian seorang gulu dalam masalah disiplin tidak hanya ditujukan kepada siswa terbandel, tercantik, tertampan atau apalah itu. Guru juga diharapkan mampu meredam emosi agar penegakan disiplin tidak berujung dengan kekerasan dan membebani siswa baik secara mental maupun fisik

3. Koreksi perilaku harus seimbang antara penyerang dengan yang diserang. Ketika ada dua siswa berkelahi, maka nasihat diberikan secara adil agar siswa tidak merasa diperlakukan berbeda oleh guru

4. Guru menyadari salah satu penyebab situasi kelas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s