Research Camp yang Bikin Bokek

Di UKM Gama Cendekia (GC) (salah satu UKM penalaran dan pengkajian) akan diadaan research camp. Yaitu salah satu kegiatan outdoor tentang teknologi dan pangan. Kita akan ‘dilepas’ di suatu tempat (gak dikasih tau tempatnya) dan disuruh membawa bermacam-macam keperluan. Di research camp ini kita dibagi dalam beberapa kelompok. Aku sendiri kebagian kelompok 6, bersama Deny (Teknik Fisika), Dhea (Ekonomika dan Bisnis) dan lain-lain.

Hari Kamis yang lalu kita kumpulan buat ngomongin apa aja yang mesti dibawa. Setelah kita berdiskusi aku kebagian bawa tikar, pisau, lap, dan logistik alias bahan-bahan makanan. Nah yang terakhir ini yang bikin aku agak pening. Uangku akhir-akhir ini cepet abis. Buat ke Temanggung lah, buat bayar inilah, itulah. Nah kalo semua pada patungan sih oke-oke aja. Masalahnya kalau logistikkan sekali makan abis beda kalau yang bawa kompor, laptop dll. Berarti aku harus belanja donk, ya iyalah masak ya iya donk. Yang bikin dongkol lagi, teman-teman yang lain seolah gak mempedulikan aku sebagai anak kost yang cukup melarat.

Masa’ dengan seenaknya salah satu temen bilang gini:

“Hmmm, pokoknya kita harus bawa yang 4 sehat 5 sempurna”

Wah, kalo yang ini aku nggak sanggup mbak, apalagi kalo memenuhi kebutuhan protein hewani, duh sumpah duitku abis

Terus pas aku ngusulin tempe ada yang ngoceh begini:

“Yah masak Cuma tempe aja, gak ada variasi lain apa wan? Tambah sosis atau bakso gitu?”

Yah si Mas, wong research camp Cuma 2 hari aja kok, dah gitu ntar juga ada snack dari panitia plus snack pribadi, ya ndak papa lah makan tempe. Gak mengandung kolesterol kok. Daripada makan sosis atau bakso , kalo ada formalinnya gimana


Dan sekian nada manja anak-anak rumahan lainnya. Tapi ya aku hargai, aku juga sebenarnya pengen enak juga sih. Tapi apa daya, kiriman masih lama.

Hari Jumat pagi ini aku pergi ke sebuah pasar tradisional di depan RRI jalan Affandi Gejayan. Di tengah gerimis aku berjalan dari kost ku ke pasar itu kurang lebih 1 km. Dan disana umayan rame juga biarpun masih pagi dan masih gerimis. Di sana aku beli minyak goreng, tempe, tahu, timun dan garam. Yang pasti semua itu aku beli dengan dana kurang dari Rp. 20.000. Hehehehe, soalnya aku harus ngirit sih. Belum lagi buat beli perlengkapan pribadi. Haduuuh bisa-bisa empat hari sebelum kiriman dateng aku puasa. Terserah deh yang lain mau komentar apa Yang penting dalam research camp nanti kita gak kelaparan dan tetep sehat. Toh bukannya tempe dan tahu juga makanan sehat. Mengandung protein nabati dan rendah lemak. Oke yang penting ketahanan pangan itu gak mesti lezat atau mewah. Tapi ketahanan pahan itu mampu memenuhi gizi masyarakatnya dengan memanfaatkan potensi yang ada. Betullllll??

7 thoughts on “Research Camp yang Bikin Bokek

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s