Ekspedisi Khatulistiwa Kutai Barat: Long Boat, Tumpuan Kehidupan Hulu Mahakam

Standard

Sebuah Kapal Long Boat menerjang Riam Panjang Sungai Mahakam di Kutai Barat

Kecamatan Long Pahangai dan Long Apari merupakan wilayah Kutai Barat yang berbatasan langsung dengan negara tetangga Malaysia. Sebagai wilayah yang berada di pedalaman, pembangunan infrastruktur di kedua kecamatan ini sangat terbatas. Tidak ada akses jalur darat dari ibukota kabupaten di Sendawar, sehingga akses menuju kedua kecamatan ini adalah dengan jalur sungai serta penerbangan perintis bersubsidi di bandara Datah Dawai. Jika melalui jalur sungai, para penumpang transit berganti kapal terlebih dahulu di pelabuhan Kecamatan Long Bagun. Perahu yang bisa digunakan untuk menuju daerah hulu mahakam hanya berjenis long boat dan speed boat dengan jumlah motor lebih dari satu. Hal tersebut dikarenakan adanya riam riam Sungai Mahakam yang cukup berbahaya seperti Riam Udang dan Riam Panjang.

Riam adalah aliran sungai yang mengalir sangat deras karena perbedaan ketinggian. Riam juga dapat dikatakan sebagai jeram besar. Riam-riam di Sungai Mahakam umumnya berada di bagian hulu dan disertai batu-batu yang besar. Oleh sebab itu perahu yang akan menuju Long Apari biasanya menggunakan mesin motor lebih dari satu untuk mengantisipasi mesin mati pada saat melewati riam. Menurut keterangan penduduk sekitar sudah banyak korban berjatuhan akibat kecelakaan perahu di riam-riam Mahakam. Riam yang sangat terkenal di Sungai Mahakam ada tiga, yaitu Riam Udang, Riam Panjang dan Riam Enam Sebelas.Riam Udang dan Riam Panjang berada di antara kecamatan Long Bagun dengan Long Pahangai. Dibutuhkan kapal dengan kekuatan motor penggerak yang besar untuk bisa melalui riam-riam tersebut.

Long Boat merupakan perahu yang terbuat dari kayu. Umumnya kayu yang digunakan adalah kayu sendok, kayu arau dan meranti yang terkenal kuat namun bobotnya ringan. Long boat memiliki atap yang berukuran kecil pada bagian belakang. Di bagian inilah terdapat tempat untuk duduk penumpang, motor penggerak serta tempat penyimpanan bahan bakar. Selain penumpang, Long Boat biasanya digunakan untuk mengangkut barang-barang kebutuhan pokokserta bahan bakar minyak ke wilayah pedalaman Sungai Mahakam yang tidak tersedia akses jalan darat. Meskipun kalah cepat dengan speed boat, namun long boat masih menjadi andalan warga hulu Mahakam sebagai sarana transportasi sungai karena kapasitas angkut yang lebih besar. Kapasitas penumpang maupun barang sangat bergantung pada kondisi aliran Sungai Mahakam. Jika aliran sungai deras, maka penumpang atau barang yang akan diangkut dikurangi agar perahu tetap stabil.

Ajut (28) merupakan seorang pemuda keturunan suku Banjar yang sudah delapan tahun menjadi seorang motoris. Awalnya ia merupakan hokmen atau asisten motoris. Berbeda dengan nahkoda kapal penumpang di laut, seorang motoris long boat tidak membutuhkan ijazah atau sertifikat pendidikan pelayaran yang resmi. Kehandalan motoris mengarungi riam-riam Sungai Mahakam didapat dari pengalaman-pengalaman langsung pada saat menjadi hokmen. Menurut Ajut dibutuhkan waktu paling cepat sekitar dua tahun agar seorang hokmen mampu menjadi seorang motoris. Namun semua itu tergatung dari sejauh mana seseorang mendapatkan kemampuan menjadi motoris. Semakin banyak jam terbang, maka kemampuan seseorang dalam memahami karakteristik sungai serta pengoperasian long boat akan semakin baik. Seorang motoris yang handal bahkan berani mengendarai long boat pada malam hari mengarungi riam.

Sebuah long boat diawaki oleh tiga orang. Satu orang bertindak sebagai motoris yang bertugas untuk mengarahkan kapal. Sementara dua orang hokmen menjadi pengendali mesin motor yang jumlahnya ada tiga buah. Long boat biasanya dimiliki oleh perorangan, perusahaan atau milik kampung. Kapal long boat yang dikendarai oleh Ajut dan Yanto dimiliki oleh PT. Roda Mas yang menjadi kendaraan operasional perusahaan. Namun,perusahaan memberikan kebijakan bahwa long boat yang dimiliki dapat dimanfaatkan kepada masyarakat yang membutuhkan. Long boat yang dimiliki oleh perorangan biasanya merupakan long boat yang memang digunakan sebagai alat transportasi komersial. Penumpang yang akan mudik ke hulu Mahakam harus menunggu sampai isian kapal penuh agar biaya operasional long boat dapat dipenuhi. Sementara long boat yang dimiliki oleh kampung biasanya digunakan untuk operasional pemerntahan atau acara-acara yang berkaitan dengan kegiatan masyarakat setempat,misalnya mudik bersama.

Biaya yang dibebankan kepada penumpang long boat dapat dikatakan cukup besar. Untuk sampai ke Kecamatan Long Pahangai, penumpang harus membayar rata-rata Rp. 400.000 untuk sekali jalan, sementara ke Long Apari antara Rp. 600.000 hingga Rp. 800.000 rupiah. Tingginya ongkos long boat dikarenakan kebutuhan bahan bakar minyak yang besar untuk menggerakan tiga buah mesin motor penggerak. Untuk sampai ke Long Apari dibutuhkan 4,5 drum minyak.

Hal yang menarik pada awak long boat adalah mereka mengkonsumsi minuman keras khas Suku Dayak atau buraq sebelum memasuki riam. Hal itu dilakukan untuk menambah rasa percaya diri serta menghangatkan tubuh dari dinginnya angin pada saat long boat melaju. Namun bagi Ajut, tidak semua motoris melakukan hal yang demikian. Mengkonsumsi minuman keras memang sering dilakukan pada masa lalu. Biasanya orang yang sering melakukan hal tersebut adalah mereka yang memang menjadikan buraq sebagai kebiasaan. Selain mengkonsumsi minuman keras, ada ritual yang kadang dilakukan sebelum memasuki Riam Udang yaitu dengan membuang tembakau atau sebagian makanan ke dalam sungai.

Keterbatasan infrastruktur cukup membuat masyarakat pedalaman hulu Mahakam merasa kesulitan dalam memenuhi kebutuhan sehari hari terutama pada saat musim kemarau. Saat kemarau riam-riam yang ada di sungai Mahakam seperti Riam Panjang dan Riam Haloq menjadi lebih berbahaya. Long boat biasanya akan menunda perjalanan ketika debit aliran Mahakam semakin rendah. Dampaknya adalah distribusi barang barang kebutuhan masyarakat di hulu Mahakam akan terhambat sehingga harga barang barang akan semakin mahal. Oleh karena itu masyarakat di hulu Mahakam meminta realisasi pembangunan jalan darat untuk mengakhiri keterisolasian. Dengan adanya jalan darat, maka distribusi barang kebutuhan pokok dapat dilakukan sepanjang waktu tanpa terkendala oleh cuaca.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s