Pendidikan Latihan Dasar Resimen Mahasiswa Mahadipa dan Mahakarta Yudha XXXII

(Sebuah cerita dari seorang siswa yang katrok abis)

2 Maret 2009

Akhirnya besok akan tiba saatnya aku diksar menwa, meskipun aku masih merasa lelah, karena pelantikan marching band dua hari yang lalu. Akan tetapi, sebetulnya aku masih ragu, apakah pilihanku bergabung dengan Menwa UGM adalah pilihan yang tepat. Aku tidak tahu secara pasti angin apa yang mampu membawaku ke UKM paling eksklusif ini. Yang pasti tanpa dorongan teman aku, Tyas, aku gak bakal ikut menwa. Menwa menwa identik dengan nasionalisme, militer, disiplin. Aku benci sekali dengan militer apalagi kekerasan. Kalau masalah disiplin, memang aku orang yang agak malas dan asal-asalan. Tapi berusaha untuk disiplin apa salahnya?

Hari-hari ini aku habiskan di Markas Menwa UGM dengan laptop tercintaku ini. Alih-alih ngerjain tugas, aku ngetik blog. Heheheheh.

“pak komandan, si iwan boong tuh, katanya bawa laptop mau ngerjain tugas”

Diksar dimulai

Hari ini aku akan berangkat ke Magelang, ya buat apalagi kalau buat ikut diksar. Kami menwa UGM rencananya akan bergabung dengan satuan-satuan menwa Mahakarta lainnya dan berangkat bersama, dan titik kumpul ada di Taman Makam Pahlawan Kusumanegara. Di sini kami berziarah ke pusara makam Jenderal Besar Soedirman dan seorang anggota menwa yang gugur saat diksar karena dehidrasi. Ternyata banyak juga anggota menwa dari Mahakarta, yaitu sekitar 80 orang. Perjalanan dimulai, kami naik truk tentara. Dalam perjalanan kami menyanyikan yel-yel menwa. Celakanya aku sama sekali gak ada yang hafal sama yel-yel itu.

“atau kamu emang gak mau ngafal?”

Ternyata tempat yang digunakan untuk latsar adalah Rindam IV Diponegoro, suatu ksatriaan tempat pendidikan tentara terutama bintara dan tamtama di lingkungan Kodam Diponegoro. Waaah berarti Mas Kardi juga mungkin dulu pendidikan bintaranya disini. Dalam diksar Yudha XXXII kali ini satmenwa Mahakarta akan digabung bersama teman-teman dari satmenwa Mahadipa. Setelah digabung kami dibagi menjadi 2 kompi. Aku berada di kompi II , pleton 1, kelas A. Dari UGM yang di kompi II Cuma ada Agi. Tapi gak apa-apa, momen ini buat mencari teman-teman sebanyak mungkin.

Nah supaya singkat dan gak ngejelimet aku rangkum semua kegiatanku di diksar ini lewat award-award. Chekck it out:

Kejadian terlucu

  1. Kompi 1 terkenal lelet-lelet orangnya. Yang bikin aku kesel ketika aku udah siap dengan PDL lengkap plus senapan dan lain-lain untuk ngumpul persiapan apel, temen-temen masih pada ngerumpi, nyemir sepatu, mandi dan lain-lain. Untungnya aku ada pluit jadi aku tiup tuh pluit supaya mereka cepat-cepat ke lapangan. Biasanya yang niup pluit itu pelatih. Hehehehe pokoknya kalau setelah pluit di tiup terus masih ada yang lambat dan gak ada yang diomelin berarti itu aku yang niup. Soalnya pelatih mungkin juga masih molor hehehe. Peace
  2. Waktu steling (siaga perang dengan membangunan orang tidur). Ketika dibangunkan dengan suara tembakan dan sirine serta bentakan pelatih, dengan santainya aku memakai PDL lengkap. Dan dengan sombongnya aku berjalan melewati temen-temen yang masih sibuk mencari perlengkapan ditengah gelapnya barak dengan wajah-wajah putus asa. Setelah sampai di lokasi steling, pelatih memeriksa kami satu persatu. Lalu seorang pelatih berdiri di depanku mengatakan “kamu, maju ke depan” lho lho pak, perasaan gak ada perlengkapan yang ketinggalan deh. Kemudian ada angin yang berhembus dan badanku terasa dingin. Astagaaaaa, aku lupa pakai kaos dalam. Wuaaaa akhirnya disuruh merayap sama pelatih.
  3. Tau gak seh selama diksar aku mandi Cuma 7 kali. Hehehehe dan selama di barak DI Pandjaitan aku gak pernah mandi, soalnya kamar mandinya jorok. Nah aku pakai strategi yang ampuh, yaitu mandi pas istirahat sebelum apel hehehehe. Alasannya bilang mau buang air kecil, lalu siapkan sabun di saku celana kiri dan celana dalam di saku celana kanan. Hehehehe, agak jorok sih, tapi apa boleh buat. Daripada mandi di kamar mandi yang jorok, mending aku long march dari Jogja ke Magelang

Kejadian paling menjengkelkan

  • Waktu caraka malam pas aku melakukan penyamaran malam aku dibilang jelek sama seorang anggota Kowad (Korps Wanita Angkatan Darat). Yaiyalah buuuuu, namanya penyamaran perang ya pasti jelek. Masa perang nyamar jadi Tom Cruise, nanti musuhnya ngefans sama kita.
  • Waktu jadi perwira piket, kepala ku di kemplang sama Dan Jhon tanpa alasan yang jelas. Uuuuh pelatih yang satu ini gak bisa dilukiskan dengan kata-kata. Dibilang gila, tapi kok masih jadi tentara, dibilang cerdas kok suka bertindak seenaknya. Gak salah kalau sama pelatih lain, Dan Jhon dibilang Jhon Ketek (Jhon Monyet)
  • Ada seorang siswa yang matanya melotot, hidungnya pesek, mulutnya monyong, badannya njadun, bawel buanget, sok sempurna, sok ngatur, padahal dia sendiri sering salah, amit-amit deh. Untung dia bukan satu kelas sama ku.
  • Waktu aku jadi wakil ketua panitia malam inagurasi. Bayangkan seksi acara yang sudah terbentuk gak ada yang pada dateng. Akhirnya semua tugas aku yang ngerjain, mulai dari menata makanan, menaruh makanan, cek perlengkapan. Dasar menwa yudha 32, kemana jiwa korsa kalian, mau enak sendiri. Yang lebih parah waktu aku mau minta bantuan skomen buat acara presentasi malam inagurasi, bukannya bantuan yang aku dapat malah nada cuek heheheh wah ngeselin abis tuh

Kejadian paling menyenangkan

  • Akhirnya aku bisa naik ke puncak Bukit Tidar, hehehehe. Dulu setiap mau ke Temanggung pasti lewat bukit tidar. Keren banget. Ada bukit yang lumayan tinggi di tengah-tengah kota Magelang.
  • Dapet banyak temen ada Daris dari Nias, Yanuar dan Ulya (Senat) dari Undip Semarang, ada Erick dari UNY, Satria dari UMY dan lain-lain. Alhamdulilah aku bisa nambah temen
  • Bisa ngobrol banyak hal mengenai perjuangan TNI waktu mepertahankan Timor Timur.Wah banyak orang gak tau betapa beratnya menjadi seorang tentara. Makannya aku salut buat teman-teman yang memilih karir di jalur militer dengan rela hati.
  • Yang buat teks Kebulatan Tekad Menwa Yudha XXXII itu aku lho hehehehe. Tapi aku sudah lupa.

“yee bodoh nian kau ini”

Akhirnya aku merasa bahwa militer bukanlah dunia yang tepat bagi aku. Aku tidak suka dengan sesuatu yang serba kaku, serba memaksa,. Aku ingin menikmati hidupku dengan bebas tapi teratur.

dari dulu juga begitu kan?”

Seperti yang sudah dijelaskan, bela negara bukan berarti selalu dengan angkat senjata. Sebagai mahasiswa, rasanya terlalu sayang jika ilmu yang aku dapatkan dibangku kuliah hanya sekedar menjadi seorang prajurit. Aku masih ingin menolong banyak orang, tanpa memandang pangkat maupun jabatan.Mari kawan baktikan ilmu kita untuk negeri. Yudha 32, jayalah selalu

28 Responses

  1. Wah ternyata untuk menjadi seorang resimen Mahasiswa harus melalui banyak cobaan ya…?

    Khibran.wordpress.com

  2. masih inget jg tow kjadian wktu tu????????????
    trus gmana wktu steling n mlm berdarahnya??/ ko ga dcritain

  3. hHAhh.. kompi II kelas B (bingung), kelas gibran tuh, da yg bawa bantal sagala……

  4. wan, km bawa kao hijau ga? klo bawa tolong informasikan ke teman2 km yang membawa untuk di kumpulkan (kaos itu sebenarnya pinjaman Danrindam untuk menwa biar bisa turun temurun) pengumpulanya di MAKO MENWA UGM Thanks

  5. keluarga besar satuan 955 KUSUMA BANGSA STAIN PEKALONGAN megucapkan buanyak trrima kasih kepada DANRINDAM DODIK BELA NEGARA atas gojlokannya.
    pesan dari satuan 955:
    -MAGELANG tak akan ku lupa
    -selalu menyanyikan lagu syukur
    -tanamkan jiwa korsa
    Apabila kurang puas,silahkan klik di:
    to_her24@yahoo.com

  6. kita sebagai personil menwa yang telah ditempa mental dan nyali seyogyanya bisa menjadi urat nadi organisasi kampus,bangsa dan negara……..
    tunjukan gaung kita,jangan lembek……..!!!!!!!!
    semangat dan pecahkan sunyi dengan suara kita…………..!!!!!!!!
    kita adalah macan bukan kucing……..!!!!!!!!!
    disiplin adalah nafasku,semangt 45 adalah nadiku………..
    WIDYA CHASTRENA DHARMA SIDHA

  7. Cowok2 guanteng satuan 955 kusuma bangsa STAIN PEKALONGAN:
    TOHIRIN 085642691280
    AJI 085865581223
    GHOFUR 085641510096
    SAMSUL 085642388240
    Kita adalah keluarga INDOSAT buuuaangeeee……….tttttt

  8. bro….
    q kngen nech
    bruntung bgt qt gbung menwa n ikut diksar, qt jd pnya bnyak tmen yg baik2 apik2 cantik2 unik2 n nyentrik2.

  9. diksar taon depan kudu dateng semuaaaaaaaaaaaaaaaaa

  10. diksar tahun depan dateng yakkkkk

  11. Wahhhh ayo-ayo kita bikin yudha 32 kompak
    jangan ada berantem2an lagi ah
    gak seruuuuu

    tapi yang penting belajar yang bener yah
    kalian semua pasti tahu mengapa lambang pena di atas lambang senjata?

    Yang paling dibutuhkan negara ini adalah insan yang berilmu berakhlak dan bermental kuat

    heheheh sukses buat kalian

  12. Jangan pernah lupakan MENWA.
    Tetap jayalah di Darat, Laut, Udara dan Dunia Maya.
    COMMANDO….

  13. pak iwan, itu diklatsarnya maret 2008 atau 2009? sebab kalo 2008, koq baru nulis 2009?? hehe just curious

    Selamat bergabung ke dalam keluarga besar Menwa Indonesia, salam dari Batalyon-I/ITB, Mahawarman, Jawa Barat. Bila berkunjung ke Bandung, jangan lupa mampir ke Mako kami! :)

  14. untuk Kang Enrico
    Hehehe salah ketik kang, diksarnya tuh tahun 2009
    tapi udah aku perbaiki kok

    terima kasih kang penyambutannya
    rencananya satu yudha juga mengagendakan mau berkunjung ke kesatuan lain, salah satunya mahawarman
    insyaallah suatu saat kami berkunjung ke ITB

    Menwa Yon1 ITB juga silakan kalau mau main ke UGM, atau ke Jogja
    harus Mampir di Menwa UGM ya

  15. Hah….jadi inget 11 tahun lalu, saat masih pake baret ungu dan tak lupa tongkat komando…….uuuhhhhhhh dah kayak Jenderal aja……..
    0274 7823235

  16. Hai……….
    Ingt Q ga’????
    Terkesan banget nih ma DIKSAR kemarin…
    Apalagi waktu malam inagurasi, Q sampe bolak-balik ke SKOMEN pinjem properti… Bukannya di pinjamin malah di kerjain & dikomentarin macem2.
    Walaupun begitu,koq rasanya pengin ikutan DIKSAR lagi yach???
    thx banget yach waktu itu UNSOED boleh gabung…. Qt jadi terhibur nich walaupun ga’ ada yang nengokin….
    krm foto yang waktu anjangsana waktu hari Minggu itu dunx… Penasaran nich…

    JAYA TERUS YUDHA 32…
    MAJU TERUS PANTANG MUNDUR, TIDAK KENAL MENYERAH!!!!

  17. allouw kang iwan, tahu siapa saya ???
    hahaha…, lupakan….
    diksar itu… sesuatu yang sangat…..sangat….sangat….
    ah lupakan saja…
    yang pasti aku ga’ mau kalau disuruh ikutan diksar lagi…

    prajna vira dharma cevana

  18. buat adek2 leting 32 tetap semngat dari kami yuda 29 rindam memang paling bagus hidup menwa

  19. Prajna Vira Dharma Cevana……………halo slam Yudha 32 pnglamanny lcu bgt, kmu iwn menwa uGM kan ak rasa kmu kurang korsa dech sma teman2 kmu

    • wah masak sih au gak korsa…!! hehehehe, mang kita satu kelas ya dulu. Gak ah, heheheh

      Pengalamannya emang lucu dan aku suka

      Tetep semangat aja, dan belajar belajar serta belajar…

  20. Lha kamu ini baru Yudha XXXII sudah ngeluh susah, lha aku yang udah Yudha XXVIII untuk mengubah pola pikir Menwa yang salah saja masih ruwet… Kamu sudah menyerah duluan…

  21. @Mas Anandika
    Weeww,,siapa yang ngeluh mas,,gak ada yang perlu dikeluhkan dari yang namanya proses

    di Menwa UGM gak ada kata ngeluh,,,udah ditanamkan kalau proses itu gak selamanya menyenangkan,,,Masalah penyesuaian itu ya banyak persoalanyya

    Hehehehe,,,Menwa di kampus kami cukup mendapat sambutan positif dari civitas akademika,,selalu mendapat kepercayaan

  22. wahh,jiwa nasionalis msh berkibar,slm dr yudha xxx 11,kompi 2,danru klas c,mahadipa,

  23. Membaca cerita kamu, mbak suka banget.
    Pokoknya tetap semangat ya dik..
    saat jd anggota aktif dan masa belajar kadang mmg ada yg tidak menyenangkan, tapi nanti semua itu ada hikmahnya.
    Yakinlah, kreatiflah dan nikmatilah semua itu mumpung masih muda.

    aku yudha 17

Leave a Reply